Feeds:
Pos
Komentar

Essayq

Jepang, Kawan ataukah Lawan ?

Oleh: Dimas Ari Kurniawan Perdana*

Negara Jepang memang sudah tidak diragukan lagi merupakan salah satu negara termakmur dan terkuat dalam segala bidang di benua Asia bahkan terkenal hingga keseluruh dunia, sehingga mendapatkan julukan “Macan Asia”.

Tapi permasalahan disini adalah, dari mana saja pendapatan yang didapatkan oleh Negara Jepang untuk mendapatkan kemakmuran dan kekuatan tersebut, megingat negara Jepang memiliki alam yang kurang baik untuk bertani dan berkebun, serta luas negaranya yang tidak begitu besar. Mungkin salah satu jawabannya dapat kita cari dengan cara menanyakan pada seluruh orang di Indonesia mengenai pengetahuan mereka tentang bangsa Jepang di zaman dahulu, saat Perang Dunia II Jepang melakukan penjajahan, penindasan, kerja pakasa (romusha), dan sebagainya yang berhubungan dengan kesengsaraan di berbagai negara termasuk negara Indonesia.

Tapi, apakah hanya itu pengaruh jepang di Indonesia?

Apakah hanya cerita mengenai penjajahan, penindasan dan segala macam perlakuan – pelakuan yang menyengsarakan dan menyiksa bangsa Indonesia? Dan ternyata jawabannya adalah TIDAK. Itu hanyalah masa lalu, masa dimana Indonesia masih belum merdeka, zaman dimana hanya peranglah yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kekuatan suatu negara kepada negara lain, saat dimana hanya menjajahlah yang dapat dilakukan untuk memperkaya diri. Jika kita mengingat sedikit ke belakang sekitar 64 – 67 tahun yang lalu, dimana pada saat itu Jepang mulai menjajah bangsa Indonesia selama 3,5 tahun yaitu sejak tahun 1942 hingga pertengahan tahun 1945. Sejak saat itulah bangsa Jepang mulai banyak meninggalkan kenangan buruk dan pahit bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya moral, materiil, dan kekayaan alam yang dikuras habis oleh bangsa Jepang, tetapi jiwa raga pun telah banyak yang hilang akibat penjajahan Jepang di Indonesia.

Tetapi itu semua hanyalah masa lalu, berbeda dengan zaman sekarang, sekarang adalah masa damai. Masa dimana Indonesia sudah merdeka, zaman dimana bukan peranglah yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kekuatan suatu negara ke negara lain. Saat menjajah adalah sesuatu yang sangat dilarang oleh seluruh negara dan bukan satu – satunya cara untuk memperkaya diri. Saat ini kemajuan teknologi dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dari suatu negaralah yang dapat digunakan untuk menunjukkan kekuatan dan kehebatan suatu negara kepada negara lain. Dan dalam bidang kemajuan teknologi dan SDM, bangsa Indonesia sangatlah tertinggal jauh bila dibandingkan dengan kemajuan teknologi dan kemampun sumber daya manusia di negara Jepang. Untuk mengimbangi serta mengembangkan kemajuan teknologi dan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia, maka bangsa Indonesia dan bangsa Jepang menjalin hubungan diplomatis bilateral dalam berbagai macam bidang.

Dalam hal hubungan diplomatis bilateral ini, Jepang bagi bangsa Indonesia seperti sesosok guru yang mengajarkan banyak hal untuk kemajuan bangsa Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran ini dapat diperlihatkan dengan banyaknya investor – investor asing terutama dari negeri sakura tersebut yang banyak mendirikan pabrik – pabrik dan perusahaan di bumi Indonesia ini yang bergerak di berbagai macam bidang, seperti perusahaan dan pabrik – pabrik yang menghasilkan barang – barang mulai dari kebutuhan alat – alat rumah tangga, elektronik, dan otomotif, serta dalam bidang makanan dan minuman. Dengan banyak dibukanya lapangan kerja dari perusahaan dan pabrik yang berasal dari para investor asing, terutama investor Jepang, maka kegiatan ini sedikit banyak dapat membantu rakyat Indonesia untuk mendapatkan kesempatan kerja yang layak sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sehingga ini dapat menguntungkan bangsa Jepang yang banyak mendirikan perusahaan di Indonesia. Berdasarkan penelitian jumlah perusaahn Jepang yang beroperasi di Indonesia lebih dari 1000 buah perusahaan, dan perusahaan otomotif lah yang mendominasi berdirinya perusahaan Jepang di Indonesia. Sudah sangat lama sekali bangsa Jepang mendirikan perusahaan di Indonesia hingga sudah menjadi komoditi utama bagi bangsa Jepang

Lalu hingga pada akhirnya, pada tanggal 20 Agustus 2007 Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, yang datang langsung Indonesia, untuk menemui Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk menandatangani kesepakatan kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement / IJEPA) oleh kedua Negara. IJ-EPA merupakan suatu bentuk kerjasama antara Indonesia dengan Jepang yang bergerak di bidang perdagangan dan industri. Dan IJEPA merupakan sebuah bentuk strategi keamanan energi Jepang, terutama untuk gas alam dan batubara, agar terus mendapatkan pemasukan dari Indonesia. Adapun Kairetsu atau dalam bahasa Indonesia disebut Persekutuan adalah persekutuan perusahaan – perusahaan dari bangsa Jepang yang banyak mengambil alih perusahaan milik Indonesia, walaupun banyak menuai pro-kontra dalam permasalahan selanjutnya dalam hal kepemilikan saham atas perusahaan – perusahaan milik Indonesia, tetapi Kairetsu tetap dijalankan oleh pemerintah Jepang di Indonesia.

Bila membandingkan data diatas dan dengan melihat banyaknya produk unggulan milik Indonesia yang di jual di pasar Jepang pada tahun 2006 yang antara lain dalam hal pertanian, perikanan dan perkebunan yang bernilai US$919 juta, alas kaki US$118 juta, kayu dan produk olahannya yang berasal dari hutan yang besarnya sekitar US$1,17 miliar, karet US$971, plastik US$380 juta, nikel dan produknya US$1,30 miliar, aluminium dan produknya US$449 juta, dan furnitur US$5,5 miliar.  (sumber: http://www.KapanLagi.com)

Sedangkan lima investasi utama Jepang yang berada di Indonesia pada tahun 1998-2006 adalah mesin listrik dan elektronik senilai US$2,83 miliar, kendaraan dan peralatan transportasi US$1,64 miliar, industri mineral dan nonmetalik US$862 juta, kimia dan obat-obatan US$780 juta serta perdagangan dan reparasi US$661 juta.  (sumber: http://www.KapanLagi.com).

Maka dapat disimpulkan bahwa walaupun dalam hal penguasaan negara dan perusahaan, bangsa Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan bangsa Jepang, tetapi dalm hal export barang perdagangan ke luar negeri Indonesia jauh lebih unggul.

Selain dalam bidang perdagangan, industri, dan ekonomi, Jepang dan Indonesia pun masih memiliki hubungan erat bilateral yang tidak kalah penting. Yaitu dalam bidang kebudayaan dan bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, negara Jepang banyak membuka lembaga – lembaga dan program – program beasiswa bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berprestasi yang berkeinginan untuk melajutkan studi  atau perkuliahan di negeri sakura tersebut tanpa biaya atau secara cuma-cuma, mengapa tanpa biaya ?. Karena seluruh beban biaya hidup dan akomodasi serta biaya kuliah disana sudah ditanggung oleh lembaga beasiswa tersebut. Dan salah satu lembaga beasiswa yang paling terkenal di Indonesia adalah (MONBUKAGAKUSHO) yang merupakan program beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang di Indonesia. Sehingga jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar ke Jepang meningkat setiap tahunnya. Karena berdasarkan data dari Kedutaan Besar Jepang hingga 1 Mei 2008, dari 1,791 orang Mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang sebanyak 1101 orang dengan biaya sendiri dan sisanya, 690 orang adalah Penerima Beasiswa pemerintah Jepang.

Untuk tahun 2009, 72 orang Mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang telah diberangkatkan pada 1 April. (sumber: http://www.nusantara-news.com).

Penerima beasiswa dari pemerintah Jepang itu terdiri atas 48 mahasiswa program riset, empat orang program sarjana, 15 orang program setara D3 dan lima orang program setara D2.

Para penerima beasiswa selain dibebaskan dari uang kuliah juga mendapat tunjangan setiap bulan.

Berdasarkan angket atas biaya hidup mahasiswa asing terhadap biaya sendiri yang dibuat oleh JASSO bulan Maret 2005, diperoleh data bahwa sekitar 45% mahasiswa asing dengan biaya sendiri ini ditunjang dengan beasiswa yang besarnya rata-rata sekitar ¥53.000 per bulan. Dan menurut data Association for the Promotion of Japanese Language Education per Oktober 2006 sekitar 16,4% dari siswa lembaga pendidikan Bahasa Jepang mendapat beasiswa dengan besar sekitar ¥48.062 per bulan.  (sumber : www. jasso.go.jp)

Dari seluruh mahasiswa asing yang saat ini belajar di Jepang, sekitar (86,7%) melajuntkan studi dengan biaya sendiri atau swadana, 1,7% biaya dari pemerintah masing-masing negara asal mahasiswa tersebut, dan sisanya 11,6% mendapat beasiswa dari Monbukagakusho. Dari total seluruh mahasiswa asing yang melanjutkan studi di Jepang, Indonesia menduduki peringkat keenam di bawah Cina, Korea, Taiwan, Malaysia, dan Thailand dengan jumlah sekitar 1.600 orang (1,8%). Dari jumlah ini semua sekitar 700 orang memperoleh beasiswa pemerintah Jepang (Monbukagakusho). Sedangkan yang lainnya dengan biaya sendiri atau dengan beasiswa swasta. Dari Indonesia sendiri, mayoritas mahasiswa yang dikirim pemerintah dengan beasiswa Monbukagakusho belajar dalam bidang rekayasa, pertanian, kedokteran, dan sains.

Sedangkan untuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang dalam bidang kebudayaan, kedua negara ini lebih banyak berkecimpung dalam pengenalan dan pertukaran budaya. Disamping itu, dibandingkan dengan Jepang negara Indonesia lebih banyak memiliki kebudayaan dan bahasa. Seperti contohnya bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa (bukan berarti Jepang hanya memiliki 15 suku bangsa, karena termasuk didalamnya adalah bahasa sign language untuk tuna rungu), dan bangsa Jepang telah memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dibanding negara Indonesia, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter unik salah satu suku yang ada. (sumber: www. asnugroho.wordpress.com).

Tetapi pada kenyataannya negara Indonesialah yang lebih banyak menyerap kebudayaan-kebudayaan dari negara samurai tersebut. Ada banyak seni kebudayaan dari bangsa Jepang yang masuk kedalam kehidupan sehari – hari terutama bagi anak – anak remaja di Indonesia seperti,

  1. origami (seni melipat kertas )
  2. Sudoku (seni permainan angka)
  3. Anime (seni serial film kartun jepang)
  4. Harajukun (seni berpakaian mode anak remaja jepang),

Dan masih banyak lagi seni – kebudayaan Jepang yang masuk kedalam kehidupan sehari – hari masyarakat Indonesia. Diantara keempat seni budaya dari bangsa Jepang tersebut ada satu seni budaya yang sangat populer di masyarakat Indonesia yaitu anime (seni serial kartun Jepang), seni tersebut merupakan seni menggambar bentuk manusia yang dilakukan oleh pengarang – pengarang di Jepang yang kemudian disebut sebagai gambar komik atau dalam bahasa Jepangnya adalah manga yang kemudian dibuat cerita yang diserialkan dan ditayangkan dalam layar televisi yang kemudian disebut anime. Di Indonesia banyak sekali masyarakatnya yang menyukai anime terutama anak – anak usia 4 tahun hingga remaja yang umurnya 20-30 tahun, hingga bahkan banyak diantara mereka yang membuat suatu perkumpulan atau komunitas sebagai pecinta anime, dari perkumpulan – perkumpulan tersebut serta hobby terhadap anime inilah mulai muncul kebudayaan Jepang yang lainnya di Indonesia yang disebut Harajuku (seni berpakaian mode anak remaja Jepang) dan cosplay (costume play) yang mulai terkenal di kalangan anak – anak muda di Indonesia.

Costum play atau yang biasa disebut dengan cosplay merupakan seni berpakaian anak muda Jepang yang pakaiannya meniru dari tokoh – tokoh di Jepang seperti artis – artis Jepang, grup band, penyayi, tokoh kartun anime, tokoh – tokoh besar didunia, dan ada yang bentuknya menyerupai bentuk hewan, serta ada kostum yang dibuat sendiri tanpa meniru penampilan dari artis – artis bangsa Jepang yang biasa mereka pakai dan mereka tampilkan di Harajuku. Sedangkan Harajuku merupakan seni berpakaian model – model anak Jepang yang sering mereka tampilkan di kawasan distrik jalan Harajuku, kostum – kostum yang mereka pakai merupakan kostum – kostum tiruan atau cosplay, di Indonesia budaya seperti ini cukup popular dan banyak digandrungi oleh anak – anak remaja Indonesia. Tidak sedikit anak – anak remaja di Indonesia yang memakai pakaian ala Harajuku setiap saat ada festival kebudayaan Jepang yang diadakan di Indonesia, bahkan tidak sedikit pula acara – acara festival di Indonesia yang khusus dibuat memang hanya untuk menampilkan gaya – gaya berpakaian ala cospay mereka, biasanya acara ini diadakan oleh komunitas – komunitas anak muda Indonesia yang memang memiliki hobby dan berkecimpung di dalamnya.

Di Indonesia, Jepang memang memiliki pengaruh yang sangat besar terutama dalam bidang industri, pendidikan, dan budaya. Dalam bidang industri Jepang memiliki peran aktif yang cukup besar dalam kemajuan industri dan dalam bidang pembangunan di Indonesia, dengan banyak dibukanya perusahaan – perusahaan asal Jepang di Indonesia yang berbanding lurus dengan semakin banyaknya lapangan pekerjaan yang dibuka dari perusahaan Jepang sehingga membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Pembangunan pabrik – pabrik asal Jepang ini sebenarya sudah dimulai dari sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang. Sebenarnya tujuannya masih belum berubah, yaitu untuk menjajah dan mengeruk kekayaan alam dari Indonesia, hanya saja cara yang dilakukannya berbeda dengan cara yang dilakukannya saat menjajah Indonesia di masa yang lampau, cara di masa sekarang mereka melakukannya lebih halus dan lebih cerdik dengan berbagai macam muslihat.

Sebenarnya menurut pendapat saya sendiri, semua yang didapatkan bangsa Indonesia dari negara Jepang dalam hubungan bilateral ini, seperti beasiswa penuh ke negara Jepang, banyaknya dibuka lapangan pekerjaan untuk meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia, pertukaran budaya Indonesia – Jepang adalah tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan dari Indonesia, mungkin hanya beberapa persen dari hasil yang mereka dapatkan mereka berikan kepada Indonesia.

Dengan keadaan seperti ini, apakah bangsa Jepang dapat disebut sebagai kawan dengan semua yang mereka berikan untuk Indonesia ataukah sebagai lawan dengan semua yang mereka dapatkan dari bangsa Indonesia ?

Informasi Beasiswa Monbukagakusho
Program Research Student
Keberangkatan 2010 untuk Umum


Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2010 telah dibuka pada 20 April 2009 dan akan ditutup pada tanggal 22 Mei 2009.

Download: forms Requirement (English) (Japanese)


Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang.

Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 / professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.

Peminat juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.


PERSYARATAN


  1. Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1975.
  2. IPK minimal 3.0 baik S-1 maupun S-2 (atau nilai EJUminimal 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang)
  3. Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-CBT minimal 213 atau TOEFL-IBT minimal 79 atau ekuivalen, atau nilai Japanese Language Proficiency Test minimal level 2.
  4. Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya.
  5. Bersedia belajar Bahasa Jepang.
  6. Sehat jasmani dan rohani.
  7. Pelamar harus membaca dan memahami lampiran keterangan secara teliti.
    Download Requirement (English) (Japanese)

CARA PELAMARAN


  1. Formulir dapat diambil di Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan atau bisa download dari halaman ini.
  2. Formulir beserta dokumen yang diminta harus dibawa/ dikirim langsung ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta (bukan ke Konsulat Jenderal Jepang).
  3. Pendaftaran dibuka pada tanggal 20 April 2009 sampai dengan tanggal 22 Mei 2009.
  4. Siapkan dokumen sesuai dengan lampiran no. 7.

Download:
Form-form yang dapat di-download dari sini adalah :
– Application Form
– Field of Study and Study Program
– Recommendation Form
– Certificate of Health

download forms


TAHAP PENYELEKSIAN


  1. Kedutaan Besar Jepang melakukan seleksi dokumen, dan akan memberitahukan kepada mereka yang lolos 1 (satu) minggu sebelum ujian tertulis. (Kurang lebih 100 pelamar dipilih melalui seleksi dokumen ini.)
  2. Ujian tertulis Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Medan pada awal Juli 2009. (Bahasa Inggris sebagai ujian pilihan. Nilai yang lebih tinggi akan dipakai untuk pertimbangan seleksi.)
  3. Wawancara akan diadakan di Jakarta bagi seluruh peserta ujian tertulis dari pada bulan Juli 2009 sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Kedubes Jepang (biaya transportasi dan akomodasi tidak disediakan Kedubes Jepang).
  4. Bagi yang lolos seleksi di Kedubes Jepang, akan diberikan surat keterangan sbb: 1 (satu) berkas formulir beserta dokumen yang telah diberi stamp Kedubes Jepang, surat keterangan untuk perguruan tinggi di Jepang, dan lembar “Letter of Acceptance”. Pelamar boleh memilih maksimal 3 (tiga) perguruan tinggi untuk mendapatkan izin penerimaan sebagai mahasiswa program degree atau research student, atau “Letter of Acceptance” (izin penerimaan tidak resmi) sebagai research student.
  5. Untuk mencari informasi perguruan tinggi di Jepang, silakan lihat website berikut:
    Directory Database of Research and Development atau
    Asian Students Cultural Association.
  6. Harap mengirimkan surat izin atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi Jepang secepat mungkin ke Kedubes Jepang.
  7. Kedubes Jepang akan merekomendasikan peserta ke MEXT.
  8. Peserta akan menjadi penerima beasiswa jika lolos seleksi di MEXT.

CATATAN


Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi :
Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176

Beasiswa PEMERINTAH JEPANG 2009 2010

BEASISWA PEMERINTAH JEPANG (MONBUKAGAKUSHO/MEXT) TAHUN 2009
UNTUK LULUSAN SLTA DAN SEDERAJAT program s1 diploma d1 d2 d3

Tersedia 3 program sbb: (setiap peserta hanya bisa mendaftar 1 program saja)

1. Undergraduate (S-1) : Masa studi 5 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang (kecuali jurusan kedokteran
umum, gigi, hewan, dan sebagian farmasi lama masa studi adalah 7 tahun)
· Syarat: lulusan IPA/IPS; nilai rata-rata ijazah dan rapor kelas 3 semester terakhir masingmasing
minimal 8,4; lahir antara tgl. 2 April 1987 dan tgl. 1 April 1992
· Materi ujian tertulis:
IPS: Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Matematika
IPA-a: Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Fisika
IPA-b,c: Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Biologi
IPA-a: Science (Mathematics, Physics, Chemistry); Electric and Electronic Studies (Electronics, Electrical
Engineering, Information Engineering); Mechanical Studies (Mechanical Engineering, Naval
Architecture); Civil Engineering and Architecture (Civil Engineering, Architecture, Environmental
Engineering); Chemical Studies (Applied Chemistry, Chemical Engineering, Industrial Chemistry,
Textile Engineering); and other fields (Metallurgical Engineering, Mining Engineering, Maritime
Engineering, Biotechnology)
IPA-b: Agricultural Studies (Agriculture, Agricultural Chemistry, Agricultural Engineering, Animal Science,
Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Fisheries); Hygienic Studies (Pharmacy, Hygienics,
Nursing); Science (Biology)
IPA-c: Medicine; Dentistry

2. College of Technology (D-3): Masa studi 4 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. College of
Technology memiliki program 5 tahun yang dirancang bagi lulusan SLTP. Siswa penerima Beasiswa Monbukagakusho
(lulusan SLTA) akan masuk College of Technology sebagai mahasiswa tahun ketiga. Studi teknik sebagian besar terdiri dari
eksperimen / percobaan dan latihan-latihan praktek. Lulusan dari sekolah ini diharapkan menjadi ahli teknik (engineer).
· Syarat: lulusan IPA; nilai rata-rata ijazah dan rapor kelas 3 semester terakhir masing-masing
minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1987 dan tgl. 1 April 1992
· Materi ujian tertulis: Matematika dan Kimia/Fisika (tergantung kategori jurusan seperti
tertulis di bawah)
Kimia: Jurusan yang terkait pada bidang kimia seperti “Materials Engineering” dll.
Fisika: Jurusan lain seperti “Mechanical Engineering”, “Electrical and Electronic Engineering”, “Information,
Communication, and Network Engineering”, “Architecture and Civil Engineering”, “Maritime
Engineering” dll.

3. Professional Training College (D-2) : Masa studi 3 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang.
Professional Training College terpisah dari sistem pendidikan Jepang yang biasa. Sekolah ini menawarkan pelatihan praktis
kejuruan.
· Syarat: lulusan IPA/IPS; nilai rata-rata ijazah dan rapor kelas 3 semester terakhir masingmasing
minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1987 dan tgl. 1 April 1992
· Materi ujian tertulis: Bahasa Inggris dan Matematika
· Pilihan jurusan: Architecture; Civil Engineering; Electrical Engineering; Electronics;
Telecommunication; Nutrition; Infant Education; Secretarial Studies; Hotel Management; Tourism;
Fashion and Dress making; Design; Photography; dll

Catatan:
1. Semua soal ujian dalam bahasa Inggris.
2. Lulusan dari S-1 bisa meneruskan ke S-2, dan lulusan D-3 dan D-2 bisa meneruskan ke S-1
sebagai siswa tahun ketiga. Namun untuk melanjutkan beasiswa, tergantung pada prestasi
dan hasil seleksi. Para siswa tentunya harus mengikuti ujian masuk dan masa perpanjangan
beasiswa maksimal 2 tahun.

Beasiswa Monbukagakusho Pemerintah Jepang 2009

Pemerintah Jepang melalui Departemen Pendidikannya (Monbukagakusho) kembali menawarkan beasiswa monbukagakusho program research student untuk keberangkatan tahun 2009. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 23 Mei 2008.

Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan sarjana s1 (bachelor degree) dan ingin melanjutkan ke pasca sarjana (s2 dan s3). Program beasiswa monbukagakusho (beasiswa monbusho) terbuka bagi siapa saja warga negara Indonesia yang berkeinginan melanjutkan studi di negara Jepang tanpa ikatan dinas atau ikatan apa pun. Beasiswa yang diberikan meliputi beasiswa biaya studi dan biaya hidup.

Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (master/doctor/professional graduate course) atau meneruskan program doctor degree setelah menyelesaikan program master degree atau professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.

Untuk mendapatkan beasiswa ini berikut persyaratn minimal yang harus dipenuhi:

  1. Warga Negara Indonesia pria/wanita berusia maksimal 35 tahun atau lahir pada dan setelah 2 April 1974
  2. IPK minimum 3,0 atau nilai EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) minimum 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang
  3. Nilai TOEFL minimum 550 atau ekuivalen atau lulus Tes Kemampuan Bahasa Jepang Tingkat 2

Formulir pendaftaran dapat diambil secara gratis di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan, pukul 08:30-12:00, 14:00-15:30), Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Medan, dan Makassar. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar Jepang (http://www.id.emb-japan.go.jp).

Dokumen lamaran harus dikembalikan kepada Kedutaan Besar Jepang sebelum tanggal 23 Mei 2008, dapat diserahkan secara langsung atau dikirim melalui pos.

Keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa ini dapat diperoleh di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: Tel: 021-3192.4308 psw: 175, 176).

Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang menyediakan konsultan bagi yang memerlukan informasi mengenai studi di Jepang.

Jadwal Konsultasi :
Senin & Kamis
08:30 – 15:00
Tempat : di perpustakaan (bagian Pendidikan)

Konsultasi ini dapat juga dilakukan per-telepon pada hari konsultasi.
Tel. (021) 3192-4308 ext. 175 &176

Kedutaan Besar Jepang dan Konsulat Jenderal Jepang di Jakarta
Jl. M.H. Thamrin 24
Jakarta Pusat (10350)

Lomba Esai Bagi Mahasiswa

Lomba Esai Bagi Mahasiswa

Tema: Jepang di Mata Orang Indonesia

The Japan Foundation, bekerjasama dengan KAPPIJA 21 (Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang abad 21) Pengurus Daerah DKI Jakarta,  mengundang anda dengan kriteria di bawah ini untuk mengikuti lomba esai tentang Jepang:

1. Warga negara Indonesia
2. Berusia di antara 18-23 tahun.

Kirimkan karya tulis anda yang berbentuk esai ke alamat di bawah ini:

The Japan Foundation, Jakarta
Gedung Summitmas I, Lt. 3
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 61-62
Jakarta 12190
u.p. Dipo Siahaan

Kami akan memilih 5 karya terbaik untuk mendapatkan hadiah sebagai berikut:
Juara 1: Rp 2 juta
Juara 2: Rp 1.5 juta
Juara 3: Rp 1 juta
2 Juara Harapan, masing-masing Rp 500.000

Karya tulis para pemenang ini juga akan dikumpulkan untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Buku terbitan the Japan Foundation tersebut kemudian akan dibagikan ke berbagai Perpustakaan dan Taman Bacaan di seluruh Indonesia.

Karya tulis diterima paling lambat hari Senin, 5 Oktober 2009. Pengumuman pemenang akan diadakan pada:

Hari/Tanggal  : Jumat, 6 November 2009
Tempat  : Aula The Japan Foundation, Jakarta

Mohon agar memperhatikan persyaratan di bawah sebelum mengirimkan karya tulis anda:

1. Naskah harus orisinil, bukan saduran, terjemahan atau jiplakan
2. Belum pernah dilombakan atau dipublikasi
3. Ditulis dalam Bahasa Indonesia
4. Diketik dalam program MS Word for Windows, huruf Times New Roman 12pt, spasi ganda, kertas A4
5. Panjang tulisan tidak lebih dari 10 halaman
6. Naskah dikirim dalam bentuk hasil print-out dan soft copy yang disimpan dalam CD
7. Sertakan nama dan alamat lengkap, fotokopi kartu identitas, nomor telepon/fax dan ponsel pada lembaran kertas terpisah dari esai.
8.  Naskah harus merupakan hasil karya individu, tidak boleh karya kolaborasi

Info lebih lanjut silahkan hubungi Dipo via email ke // dipo@jpf.or.id

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

; telpon (021) 520 1266, atau fax (021) 525 5159.

http://www.jpf.or.id/id/